Senin, 07 September 2015

Mengungkap Pentingnya Medical Check Up

Kebanyakan masyarakat saat ini masih beranggapan bahwa medical check up (MCU) tidak terlalu penting. Umumnya mereka masih berpikir bahwa MCU hanya membuang-buang uang saja, mengingat masih ada anggapan biaya MCU sangat mahal. Padahal, saat ini banyak rumah sakit yang menyediakan pelayanan MCU dengan harga terjangkau. 

MCU merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan secara berkala sehingga jika ditemukan adanya penyakit di dalam tubuh, dapat dideteksi sejak dini. Sehingga, penyakit tersebut dapat segera diobati sedini mungkin agar tidak menyebar menjadi penyakit berbahaya lainnya.

Jika kita bekerja di sebuah perusahaan maka perusahaan tersebut wajib menjamin kesehatan para karyawannya, termasuk menyediakan pemeriksaan kesehatan secara rutin seperti MCU. Hal ini sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) yang mewajibkan perusahaan untuk memeriksakan kesehatan pegawainya.

Pentingnya MCU bagi karyawan didasarkan pada kesehatan sumber daya manusia di suatu perusahaan yang merupakan aset berharga. Aset tersebut sangat berpengaruh pada tingkat produktivitas dan keuntungan perusahaan. 

Untuk mencapai kesehatan karyawan yang maksimal maka diperlukan deteksi dini dalam pencegahan penyakit secara menyeluruh. Salah satunya, dengan cara melakukan MCU.

Koordinator Medical Check Up Departemen RS Bunda Jakarta Dr Sphatika Ekakartika mengungkapkan bahwa MCU merupakan suatu kegiatan yang positif dan penting dilakukan secara berkesinambungan. "Kesehatan karyawan sangat memengaruhi tingkat produktivitas yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan. Agar karyawan dapat menjalankan fungsinya secara optimal maka harus didukung dengan kondisi kesehatan yang prima melalui MCU," ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan dokter yang akrab disapa Tika dalam seminar media gathering 'Pentingnya Medical Check Up Bagi Pekerja' yang dilaksanakan di RS Bunda Menteng, akhir pekan lalu. 

Disebutkannya, di luar kewajiban perusahaan untuk melaksanakan MCU bagi karyawannya, semua orang wajib melakukan MCU. Artinya, MCU juga penting bagi anak-anak, dewasa, maupun orang yang sudah berusia lanjut.

Sementara itu, menurut Dr Edi Alpino MKK dari rumah sakit yang sama, karyawan perusahaan wajib melakukan MCU minimal satu tahun sekali. Hal ini berguna untuk mengetahui sejak dini penyakit karyawan agar tetap bisa bekerja optimal untuk perusahaan.

Bahkan, untuk beberapa karyawan yang bekerja di ruangan berpendingin udara yang nyaman, risiko terkena penyakit-penyakit berbahaya tetap mengintai mereka. Apalagi, menurut Edi, pada zaman yang serbamodern ini, penyakit semakin marak ditemukan dengan sebab yang beragam, mulai dari pola hidup seseorang, faktor lingkungan, dan lainnya.

"Segala pekerjaan sangat berisiko, walaupun setiap harinya karyawan tersebut hanya bekerja di dalam ruangan ber-AC. Maka, di sinilah peran penting MCU," kata Edi.

Selain itu, lanjutnya, setiap orang juga wajib memperhatikan dan menjaga kesehatan mereka. Pola makan serta gaya hidup orang tersebut sangat menentukan penyakit apa saja yang dapat menyerangnya, usai dilihat secara keseluruhan dengan MCU. 

"MCU dilakukan mulai dari pemeriksaan urine, darah, pemeriksaan paru-paru melalui alat khusus, hingga pemeriksaan melalui alat radiologi magnetik, seperti magnetic resonance imaging (MRI) yang diyakini dapat memberikan gambaran menyeluruh (komprehensif) tentang kelainan dalam tubuh," kata Edi menambahkan.

Jika masih ragu untuk melakukan MCU bagi perseorangan, Edi juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak rumah sakit yang memberikan paket layanan MCU dengan harga murah dan berkualitas. Tanpa mengurangi fungsi keseluruhan dari MCU itu sendiri, paket-paket tersebut ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga MCU paket lengkap seharga tiga juta rupiah. n C04 ed: dewi mardiani

***
Manfaat Medical Check Up

Setelah mengetahui pentingnya MCU bagi tiap karyawan yang bekerja di perusahaan, pemeriksaan MCU ini ternyata juga menguntungkan bagi keduanya. Dr Sphatika Ekakartika dari RS Bunda Menteng mengungkapkan pentingnya MCU adalah sebagai berikut.

1. Menghemat biaya perusahaan
MCU akan membuat perencanaan pembiayaan yang rasional dan efektif untuk anggaran kesehatan perusahaan. Jika karyawan terkena penyakit-penyakit akibat bekerja maka perusahaan tentu wajib memberikan santunan untuk karyawan tersebut. Maka, penting untuk mengetahui lebih dini tentang penyakit yang dialami karyawan, guna menghemat pengeluaran perusahaan.

2. Melaksanakan peraturan pemerintah
Sesuai peraturan dalam UU Nomor 1 Tahun 1970, UU Nomor 21 Tahun 2003, dan UU Nomor 13 Tahun 2003, secara jelas telah mengatur mengenai kesehatan dan keselamatan kerja untuk karyawan.

3. Kinerja perusahaan menjadi optimal
Dengan kondisi kesehatan karyawan yang terkontrol dan bagus, sudah pasti akan meningkatkan kinerja perusahaan. Selain itu, MCU wajib dijadikan sebagai salah satu syarat penawaran kerja oleh beberapa perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.

4. Mendeteksi penyakit sejak dini
MCU secara keseluruhan bertujuan untuk mengetahui penyakit sedini mungkin dan mengatasi gangguan kesehatan tersebut. Pemeriksaan ini diharapkan juga dapat mencegah agar penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut.

5. Karyawan lebih terjamin dan nyaman
Faktor kesehatan sangat menentukan pola hidup karyawan itu sendiri. MCU juga diperlukan agar karyawan dapat terkontrol masalah kesehatannya, dan tentu dapat bekerja dengan tenang dan nyaman.

6. Meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan
Dengan adanya jaminan kesehatan dan layanan MCU yang diberikan oleh masyarakat, tentu akan meningkatkan loyalitas dan kepuasan karyawan tersebut terhadap perusahaan. Karyawan tentunya juga akan lebih bersemangat dalam bekerja.

Bayi Kembar Siam akan Dirontgen Ulang

Bayi kembar siam dan dempet kepala bernama Fitri Rahmawati dan Fitri Sakinah asal Desa Lawe Kiling, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara (Agara) akan menjalani pemeriksaan radiologi (dirontgen) ulang pada 27-28 Agustus 2015. 

Hal ini dilakukan untuk menentukan bagian mana saja yang dapat dipisahkan dan yang tidak dapat dipisahkan dari selaput otak kedua bayi tersebut. Informasi ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Fachrul Jamal SpAn KIC kepada Serambi, Senin (24/8). “Apabila kita memisahkan itu tidak mudah seperti memisahkan lembaran buku. Ada yang kita nilai terlebih dahulu, di mana pembuluh darah yang tersambung dan pemisahan mulai dilakukan dari pembuluh darah yang tidak tersambung. Jadi, pemeriksaan itulah yang sedang dipersiapkan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait operasi tahap ketiga yang dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2015, kata Fachrul, operasi berlangsung lebih dari delapan jam dan belum dapat dipisahkan, karena harus mencari bagian pembuluh darah yang tidak tersambung. Apabila operasi tersebut berlangsung hingga lebih dari sepuluh jam, maka akan berisiko besar kepada bayi.
“Saat itu sudah dicoba semua tempat, namun sulit untuk ditemukan. Maka harus dilakukan pemeriksaan radiologi untuk menilai bagian mana pembuluh darah yang tidak tersambung,” katanya.

Apabila sudah diketahui hasil pemeriksaan radiologi, kata Fachrul, maka akan disiapkan untuk operasi tahap keempat. Operasi tahap tersebut tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, karena sangat berisiko dan kasus seperti ini juga jarang terjadi. “Maka kita mohon doa dari masyarakat untuk kesehatan kedua bayi ini,” imbuhnya yang menyebutkan bahwa kondisi bayi sehat dan masih dirawat di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta.
Selain itu, Fachrul Jamal juga menginformasikan tentang kondisi Daffa Delfira (2) asal Meukek, Aceh Selatan yang masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSUCM) Jakarta.

Kini kondisinya sudah mulai sadar. Tapi, menurut Fachrul Jamal, saat ini bocah yang sudah menjalani operasi cangkok hati tersebut mengalami infeksi di bagian perutnya dan harus dioperasi untuk membersihkan infeksi tersebut.
“Sementara hati yang diterima Daffa dari ibunya sudah berfungsi dengan baik. Kondisi ibunya pun sudah membaik,” demikian Fachrul Jamal.


Selasa, 15 Mei 2012

Bapeten Pasang Detektor Radioaktif di Muntok

SINJAI, RADIOLOGIRSUDSINJAI - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), memasang alat detektor dosis radioaktif pada 20 lokasi di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung untuk menjamin keselamatan warga sehubungan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di daerah itu.
"Bapeten akan memasang alat  detektor dosis radioaktif itu pada 2012 dengan radius lima hingga 15 kilo meter dari lokasi pembangunan PLTN di Teluk Inggris," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Choirul Amri Rani di Muntok, Rabu (27/4).

Ia menjelaskan, Bapeten memasang detektor dosis radioaktif untuk mengecek kebenaran dan akurasi alat yang sama yang sudah dipasang sebelumnya oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), sebagai bentuk kegiatan pengawasan dari lembaga tersebut.

Choirul mengatakan, pihak Bapeten pada Selasa (26/4) sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan di Bangka Barat, dalam rangka menjelaskan rencana kegiatan pengawasan dari lembaga tersebut.

"Pihak Bapeten akan melakukan pengawasan dan pemantauan lingkaran rona awal, mengumpulkan data amdal dan potensi sumber daya alam, sehubungan akan dilakukan studi kelayakan rencana pembangunan PLTN di Muntok," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Bapeten juga akan melakukan penelitian dengan mengecek kualitas air, tanah, flora dan fauna untuk dibandingkan dengan hasil studi kelayakan yang dilakukan pihak Batan.

"Bapeten akan mengecek kualitas air, tanah, flora dan fauna dengan radius 80 kilo meter dari lokasi pembangunan PLTN. Kondisi sumber daya alam tersebut diperiksa melalui laboratorium yang bekerja sama dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Ia mengatakan, membutuhkan waktu tiga tahun untuk studi kelayakan pembangunan PLTN di Bangka Barat, kemudian hasilnya dilaporkan ke Bapeten sebagai lembaga yang mengeluarkan izin pembangunan PLTN.

"Sekarang ini Batan sedang melakukan studi kelayakan, apakah layak atau tidak dibangun PLTN di Bangka Barat dan Bapeten yang berhak mengeluarkan izin, sesuai hasil penilitian yang dilakukan Batan," jelasnya.

Ia mengemukakan,  proses pembangunan PLTN membutuhkan waktu lama karena harus dikaji dari berbagai aspek, terutama aspek sosial dan sumber daya alam.

"Kami mengharapkan masyarakat bisa memberikan kesempatan kepada Batan melakukan studi kelayakan dan nanti Bapeten yang memutuskan apakah daerah ini layak atau tidak menjadi tempat pembangunan PLTN, dengan berbagai pertimbangan dan tentu saja lembaga ini mendengarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

MRI Makin Akurat Diagnosis Penyakit

SINJAI, RADIOLOGIRSUDSINJAI - Kabar menggembirakan datang dari dunia kedokteran. Saat ini, teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) semakin banyak berkembang. Banyak terobosan dalam hal inovasi dan kegunaan, menjadikannya teknologi yang patut jadi pilihan untuk pasien dengan berbagai jenis penyakit tertentu.

Hal itu diungkapkan dr Scott W Atlas, profesor radiologi yang juga Kepala Neuro-radiologi dari Medical Center Stanford University.

Ditemui usai pelatihan dan workshop untuk para ahli radiologi Indonesia yang diadakan General Electric Healthcare dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5), Atlas menyebutkan bahwa sekarang sudah lebih banyak software untuk meningkatkan kerja alat MRI.

Berkat perangkat-perangkat lunak yang baru, alat MRI bisa di-upgrade dan memberikan pemeriksaan lebih baik. "Hasil pencitraan MRI bisa lebih cepat, ini sangat berguna bagi pasien yang sedang kritis dan membutuhkan penanganan cepat," Atlas mencontohkan.

MRI juga bisa menunjukkan fungsi otak, tidak terbatas pada abnormalitasnya saja. Selain itu, hasil MRI kini bisa memandu dokter bedah hingga operasi bisa dilakukan dengan lebih aman.

Hingga saat ini, negara-negara yang banyak mengembangkan perangkat lunak untuk MRI di antaranya Amerika Serikat, negara-negara Eropa bagian barat dan Jepang. MRI bekerja mirip dengan mikroskop. Alat ini bisa melihat hal-hal hingga yang sangat kecil.

Dengan pencitraan alat tersebut, bisa didapatkan diagnosa yang lebih baik dan akurat. Berkat MRI, biopsi yang memerlukan pengambilan jaringan dari tubuh pasien, bisa dihindari. Jenis-jenis penyakit neurologis terkait otak, tulang belakang, stroke, juga beberapa jenis kanker, sangat disarankan menggunakan pencitraan MRI.

Sumber : MetrotvNews.com

Minggu, 06 Mei 2012

VISI MISI

VISI

RUMAH SAKIT UMUM SINJAI,  TERBAIK DALAM PELAYANAN DI KAWASAN SELATAN PROPINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2013
Rumah Sakit Umum Sinjai Terbaik Dalam Pelayanan, berarti Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai terbaik dalam mutu pelayanan, sarana dan prasarana, sumberdaya manusia  serta berorientasi pada kepuasan pelanggan, sehingga  memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dan  dapat dipertanggung jawabkan, baik secara  administrasi profesi, finansial dan legalitas hukum.Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan adalah kawasan yang potensil menjadi area pelayanan,  yakni Kabupaten Sinjai dan sekitarnya serta daerah – daerah yang secara geografis terletak pada jazirah timur bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan.Tahun 2013 adalah tahun pencapaian Visi yang telah ditetapkan.
MISI
Berdasarkan VISI diatas, maka dirumuskan misi, yaitu Rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi, yaitu:
1. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) dan Clinical Governance dalam Pengelolaan Rumah Sakit
2.  Meningkatkan Mutu Pelayanan
3.  Meningkatkan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
4.  Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia
             Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) dalam Pengelolaan Rumah Sakit adalah upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik antara lain : Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Rule of Law, Berorientasi pada hasil, Efektif dan Efisien. Rumah Sakit Umum Kabupaten Sinjai dalam upaya mencapai Visi berusaha untuk menerapkan Good Governance dengan membangun kapsasitas organisasi dan kelembagaan Rumah Sakit secara internal, sehingga dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik publik (pelanggan)  terhadap Rumah Sakit dalam pelayanan kesehatan. Meningkatkan  pelayanan berarti dalam upaya mencapai Visi, Rumah Sakit Umum Kabupaten Sinjai akan meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada  tingkat kepuasan pelanggan, sesuai dengan SOP dan memenuhi SPM.
          Meningkatkan sarana dan prasarana adalah upaya Rumah Saklit Kabupaten Sinjai untuk mendukung kelancaran dan mutu pelayanan baik kebutuhan sarana dan prasarana aparatur, maupun sarana dan prasarana kesehatan, alat dan sarana prasarana kedokteran, Laboratorium, Radiologi dan lain-lain.
          Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Sinjai adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, adminitrasi dan manajemen serta operasional  RS sesuai standar pelayanan minimal Rumah Sakit.

PROFIL

Rumah Sakit Daerah Sinjai, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Sinjai dan sekitarnya,senantiasa berusaha meningkatkan kualitas pelayanan  ,dengan visi menjadi rumah sakit terbaik dalam pelayanan di Sulawesi Selatan Bagian Selatan, dan didukung oleh tenaga medis dan non medis yang professional , kami senantiasa siap memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rabu, 28 Desember 2011

Radiasi Tinggi Ditemukan di Sekolah Tokyo


Radiasi nuklir akibat krisis nuklir berkepanjangan di Jepang, kembali mengkhawatirkan warga. Tingkat radioaktif yang lebih tinggi dari daerah reaktor nuklir Fukushima, ternyata juga ditemukan di sebuah sekolah dasar di Tokyo, Selasa (18/10). Padahal, lokasi SD Adachi berada di 210 kilometers dari reaktor.

Tingkat radiasi pada tingkat tiga, 99 microsievert per jam yang diamati lima sentimeter dari atas tanah tepat di bawah pipa air hujan. Sementara itu, sekitar 60 kilometer dari reaktor nuklir di Kota Fukushima, paparan radiasi sebesar satu microsievert per jam.

Kepala SD Adachi mengaku terkejut mendengar adanya radiasi tersebut. Akibat kabar itu, aktivitas kelas dan kegiatan lain di sekolah hari itu terpaksa dibatalkan.

Lembaga Berwenang berencana memindahkan tanah dan pohon-pohon dari area sekolah dan mengukur radiasi. Pengukuran tersebut akan dilakukan di sekitar 800 lokasi, termasuk sekolah, taman dan fasilitas umum lainnya.

Sebelumnya, radiasi tingkat radiasi yang melebihi Prefektur Fukushima, juga ditemukan di dua wilayah Tokyo dan Prefektur Chiba

Source : Liputan6.Com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Alamat : Jl. Jenderal Sudirman No. Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai | Telp : 0482-11111 Email : radiologirsudsinjai@yahoo.co.id - Website : http://radiologirsudsinjai.blogspot.co.id/ |